Ø Ikatan Kovalen
Ikatan yang terjadi karena pemakaian pasangan elektron secara bersama
oleh 2 atom yang berikatan. Ikatan kovalen terjadi akibat ketidakmampuan salah
1 atom yang akan berikatan untuk melepaskan elektron (terjadi pada atom-atom
non logam). pembentukan ikatan kovalenterbentuk
dari atom-atom unsur yang memiliki afinitas elektron tinggi serta beda
keelektronegatifannya lebih kecil dibandingkan ikatan ion. Atom non logam
cenderung untuk menerima elektron sehingga jika tiap-tiap atom non logam berikatan
maka ikatan yang terbentuk dapat dilakukan dengan cara mempersekutukan
elektronnya dan akhirnya terbentuk pasangan elektron yang dipakai secara
bersama. Pembentukan ikatan kovalen dengan cara pemakaian bersama pasangan
elektron tersebut harus sesuai dengan konfigurasi elektron pada unsur gas mulia
yaitu 8 elektron (kecuali He berjumlah 2 elektron).
Ø Ikatan Kovalen Polar
Dalam
suatu senyawa, apabila atom-atomnya memiliki perbedaan nilai keelektronegatifan
maka akan terbentuk ikatan kovalen polar. Ikatan ini terbentuk karena atom yang lebih elektropositif akan
kekurangan rapatan
elektron sehingga atom yang elektropositif tersebut akan menghasilkan muatan
parsial positif (δ+). Sedangkan atom yang lebih elektronegatif akan
menghasilkan muatan parsial negatif (δ- ). Muatan parsial ini akan menyebabkan
timbulnya momen
ikatan yang mempunyai arah dari muatan parsial positif ke muatan parsial
negatif. Momen ikatan ini dapat terjadi karena perbedaan keelektronegatifan di
antara dua atom yang berikatan. Sebagai contoh, momen ikatan yang terjadi pada
molekul HCl.
Momen Dipol (µ) merupakan jumlah vektor dari momen ikatan dan momen pasangan elektron bebas dalam suatu molekul. Molekul dikatakan bersifat polar jika memiliki µ > 0 atau µ ≠ 0 dan dikatakan bersifat nonpolar jika memiliki µ = 0 .
Harga Momen Dipol Beberapa Senyawa Kovalen
Molekul H2O bersifat polar karena memiliki momen dipol yang bernilai 1,84 D. Nilai momen dipol ini didapatkan berdasarkan jumlah vektor dari momen ikatan H-O dan momen PEB. Atom O lebih elektronegatif daripada atom H sehingga arah momen ikatan O-H akan mengarah ke atom O. Sedangkan untuk arah momen pasangan elektron bebas mengarah dari atom O menuju ke pasangan elektron bebas. Momen ikatan dan momen H20 dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
Ø Ikatan Kovalen Nonpolar
Molekul
yang memiliki atom yang sama seperti Cl2, Br2, I2,
dan H2 bersifat
nonpolar karena molekul tersebut tidak memiliki momen ikatan maupun maupun
momen pasangan elektron bebas (PEB) sehingga momen dipolnya bernilai 0. Tidak
hanya molekul dengan atom-atom yang sama, pada molekul yang memiliki atom-atom
yang berbeda pun dapat bersifat nonpolar. Misalnya pada molekul PCl5,CO2,SF6,
dan COCl2. Pada molekul CO2, muatan parsial positif
terdapat pada atom karbon sedangkan muatan parsial negatif terdapat pada atom oksigen, sehingga
momen ikatan pada CO2 memiliki
arah dari atom C yang bermuatan parsial positif ke atom O yang bermuatan
parsial negatif. Momen ikatan pada molekul ini akan saling meniadakan,
akibatnya momen dipolnya bernilai nol. Sehingga molekul ini dapat dikatakan
sebagai molekul nonpolar.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar